Pidato Rektor pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-38
Dies Natalis ke-38 ISI Yogyakarta tahun ini mengangkat tema “Kunggulan Seni untuk Recovery Kehidupan”. Tema ini diangkat sebagai respons dan kebijakan atas kondisi pemulihan dari pandemi corona sebagai masalah aktual nasional dan global. Tema ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pemulihan berbagai sektor kehidupan selama pandemi menuju pada endemi. Demikian juga tema yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, yaitu “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”. Tekanan pemulihan dari pemerintah terutama untuk segera menghidupkan ekonomi nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi juga menekankan pemulihan tersebut lewat berbagai program Merdeka Belajar yang sudah mulai berjalan pada masa pandemi ini. Pemulihan atau recovery yang dilakukan oleh pendidikan tinggi seni ISI Yogyakarta, tentu juga harus mengedepankan potensi dan keahlian pokok yaitu keunggulan seni. Sejalan dengan edaran Unesco tentang Art World Day, Hari Seni Dunia, seni sebagai unsur yang inheren
dalam kehidupan manusia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menggerakkan energi kebebasan berekspresi, perdamaian, menyebarkan rasa solidaritas, toleransi, kemanusiaan, dan pemuliaan kehidupan. Dengan juga potensinya untuk peningkatan kesejahteraan manusia, maka pemberdayaan seni tentu sangat berhubungan dengan program-program sinergi konsep pendidikan merdeka belajar dan juga penyiapan SDM unggul. Terlebih dengan tuntutan masa kini dengan permasalahan disrupsi teknologi dan juga semakin nyatanya problem bonus demografi. Pokok perhatian ini adalah pemberdayaan keunggulan pada potensi seni untuk pemulihan.
Unduh Pidato Rektor selengkapnya disini.
