Pidato Rektor pada Dies ke 28

Sebelum saya memaparkan pidato ini, kepada seluruh hadirin diucapkan selamat datang di Kampus ISI Yogyakarta, disertai ucapan terimakasih atas kesediaan memenuhi undangan kami. Hari ini, Rabu, 30 Mei 2012, ISI Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-28. Setiap momentum ulang tahun, kami berupaya merayakan dengan cara dan sikap reflektif, sambil berupaya menemukan makna yang dapat digunakan untuk bekal melangkah ke masa depan dengan semakin percaya diri. Merefleksi sangat penting untuk melihat kekurangan dan kelebihan, lalu merenungkan, kemudian menjejakkan langkah guna memperbaiki kekurangan dan melanjutkan yang sudah berjalan dengan semestinya.

Salah satu cara refleksi adalah dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang yang dimiliki dan ancaman yang menantang, kemudian menjadikannya pemahaman bersama dalam menganalisisnya. Analisis demikian akan berguna, jika ditindaklanjuti dengan agenda aksi. Agenda aksi hanya mungkin terjadi jika beriringan dengan kesadaran dan kehendak untuk membangun dan maju bersama-sama. Kami merasa, bahwa ISI Yogyakarta memiliki potensi yang sedemikian besar untuk mewujudkan mimpi bersama: sebagai institusi berkelas dunia dan mengokohkannya dalam peta pendidikan kesenian baik di Indonesia maupun di kancah internasional. ISI Yogyakarta semakin penting untuk dimasuki, dicermati, dikaji, dan sebagai sumber inspirasi bagi para peminat, praktisi, dan pemikir kesenian dari seluruh dunia.

Selengkapnya silakan download

Similar Posts